Tuesday, July 17, 2018

Sekarang Jalan-jalan Mudah, Ada Aplikasi Transportasi Online


Tahun 2015 merupakan masa yang fenomenal bagi perkembangan layanan transportasi on demand, atau yang biasa dikenal dengan transportasi online. Dalam rentang waktu dua belas bulan, GO-JEK berkembang dari sebuah aplikasi mobile baru menjadi sebuah layanan besar, yang kemudian mendapat perlawanan dari GrabTaxi dengan layanan GrabBike. Persaingan tersebut pun semakin sengit dengan masuknya layanan asal Amerika Serikat, Uber, yang hadir di tanah air sejak tahun 2014.
Memasuki tahun 2016, persaingan ketiga startup tersebut justru bertambah sengit. GrabTaxi mengubah namanya menjadi Grab, dan berusaha menyaingi GO-JEK di bisnis pengantaran makanan dengan membuat layanan GrabFood. Ketika GO-JEK meluncurkan GO-PAY, Grab pun turut meluncurkan fitur serupa dengan nama GrabPay Credits. Uber pun turut memanaskan persaingan dengan menghadirkan UberMotor, demi bersaing dengan GrabBike dan GO-JEK. Seperti ingin memberi serangan balasan, GO-JEK pun turut hadir dengan layanan GO-CAR demi menghadang perkembangan layanan UberX dan GrabCar tepat seminggu setelah Uber meluncurkan UberMotor.

Pemerintah juga sempat mengharuskan para pengendara kendaraan transportasi online untuk mengubah nama di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi nama perusahaan atau koperasi. Namun pemerintah kemudian membatalkan aturan tersebut.

Uniknya, menjelang akhir tahun 2016, perusahaan taksi yang sebelumnya seperti menentang layanan transportasi online, justru mengubah sikap. Mereka akhirnya melirik layanan transportasi online sebagai sebuah kesempatan, dan menjalin kerja sama dengan mereka.

Hal ini ditunjukkan dengan kerja sama yang dilakukan Blue Bird dengan GO-JEK, serta Express Group dengan Uber. Nantinya, kamu akan bisa memesan armada taksi. Blue Bird lewat aplikasi GO-JEK, atau mendapatkan armada taksi Express ketika memesan layanan UberX

GO-JEK, Uber, dan Grab sendiri pun harus terus berinovasi demi menjadi layanan terdepan di tanah air.

Berbeda dengan para pesaingnya, GO-JEK merupakan startup yang menghadirkan layanan paling banyak. Setelah membaut layanan seperti GO-CLEAN dan GO-MASSAGE di tahun lalu, pada tahun ini mereka kembali menghadirkan layanan baru berupa layanan perbaikan dan cuci kendaraan GO-AUTO, layanan isi pulsa GO-PULSA, serta layanan pengiriman obat GO-MED.

Sadar kalau metode pembayaran seringkali menghambat para pengguna dalam menggunakan layanan-layanan mereka, tahun ini GO-JEK pun meluncurkan metode pembayaran GO-PAY. Kamu kini bisa mengisi saldo GO-PAY lewat berbagai cara, mulai dari transfer bank hingga dengan memberikan uang langsung ke pengemudi GO-JEK.

Seakan ingin memperkuat posisi GO-PAY sebagai metode pembayaran mereka, GO-JEK pun mengakuisisi sebuah layanan pembayaran bernama PonselPay di tahun 2016 ini.

Tak berhenti sampai di situ, GO-JEK pun turut memperkuat layanan lama mereka, seperti GO-SEND. Saat ini, mereka telah bekerja sama dengan marketplace Tokopedia dan Bukalapak untuk mengantarkan barang pesanan dari penjual kepada para pembeli.

GO-JEK pun telah bekerja sama dengan aplikasi chat LINE, sehingga pengguna LINE kini bisa memesan GO-JEK langsung di aplikasi tersebut. Menjelang akhir tahun, Uber pun kemudian ikut membuat fitur serupa.

Berbeda dengan GO-JEK yang coba merambah bisnis lain di luar transportasi, Grab justru fokus di bidang transportasi online dengan menghadirkan layanan GrabHitch. Dengan layanan GrabHitch ini, para pengguna Grab yang membawa sepeda motor bisa berbagi tumpangan kepada pengguna lain, serupa dengan layanan Nebengers dan TemanJalan.

Demi memudahkan pengguna ketika menghubungi para pengemudi, Grab pun menghadirkan fitur chat di dalam aplikasi mereka.

Selain itu, Grab pun membuat sebuah program loyalitas yang bernama Top Partners untuk pengemudi, serta GrabRewards untuk para pengguna mereka. Langkah ini seperti mengikuti GO-JEK yang sebelumnya juga berusaha memudahkan para pengemudi mereka untuk mengakses fasilitas keuangan dengan program bernama Swadaya.

Tak mau kalah dengan kedua pesaingnya, Uber pun turut menghadirkan beberapa layanan baru. Sepanjang tahun ini, mereka telah meluncurkan layanan berbagi tumpangan UberPool dan layanan sewa mobil harian UberTrip.

Selain menambah berbagai layanan baru, baik GO-JEK, Uber, dan Grab pun turut memperluas jangkauan mereka ke kota-kota baru. GO-JEK menjadi layanan yang paling gesit dengan hadir di Malang, Solo, Samarinda, dan Manado sepanjang tahun 2016 ini. Mereka pun diikuti oleh Uber yang tahun ini mulai beroperasi di Surabaya, Yogyakarta, dan Malang.

Berbeda dengan dua pesaingnya, Grab justru tidak membuka layanan mereka di kota baru. Namun mereka menghadirkan layanan lama mereka seperti GrabBike dan GrabExpress di Bali, di mana mereka sebelumnya hanya menyediakan layanan GrabCar. 
(https://www.kaskus.co.id/thread/5933cbf4582b2ec56a8b456a/sejarah-transportasi-online-di-indonesia/)

Cara Translate Dokumen PDF atau Word Menggunakan Google Drive

Alat translator yang paling terkenal adalah Google Translate, dulu mungkin tidak masalah untuk mentranslate bahasa ke Google Translate kalau hanya beberapa kalimat atau satu lembar tulisan. Tapi bagaimana jika satu buku? Tidak mungkin kan kalau copas semuanya di Google Translate untuk dapat terjemahannya. Nah ternyata Google juga udah menyediakan alat ini untuk  translator dukumen melalui Google Drive. Yuk manfaatkan akun gmail kamu sebaik mungkin. Google Drive bukan hanya bisa menyimpan file, tapi bisa juga mengedit dokumen. Salah satunya mentranslate.


Hal pertama yang kamu lakukan pasti buka dulu akun gmailnya, terus masuk ke google drive.

 Setelah masuk ke google drive, langsung upload file yang ingin kamu translate. kamu bisa membuat folder baru jika ingin menggabungkan data kamu ke data yang lain, atau langsung upload new file. Drag file yang ingin kamu translate ke google drive. Tunggu uploadnya selesai.

Jika sudah selesai diupload, klik kanan lalu klik Open With. Kemudian klik Google Docs.


Setelah dokumennya kebuka, klik Tool di toolbar atas. Pilih Translate Document.


Pilih dokumen yang ingin kamu diterjemahkan ke bahasa apa. Misalnya ingin translate ke Bahasa Indonesia.



Ini tampilan dokumen yang sudah ditranslate. Selanjutnya kamu bisa save, caranya klik File lalu klik Download. Pilih deh jenis formatnya, mau ke PDF atau ke Word, dan lain-lain.



Nah dokumen kamu sudah selesai di translate. Kamu tidak perlu copas semua data buku ke Google Translate. Meskipun alat translator ini gramaticalnya kurang bagus tapi masih tetap bisa membantu kamu menterjamahkan, langah selanjutnya kamu perbaiki sedikit yang tidak cocok dari hasil translatenya.
(https://www.indonesianfree.com/inspirasi/tips-and-tricks/cara-translate-dokumen-menggunakan-google-drive)




No comments:

Post a Comment